Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hasil Uji Lab MBG di Bener Meriah Keluar, BPOM Tak Temukan Histamin

Rabu, 09 September 2026 | 17:49 WIB Last Updated 2026-09-14T16:53:21Z

Metrogayo.com | Bener Meriah – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh Tengah akhirnya mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan belasan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, mengalami keracunan.


Hasil pengujian tersebut telah keluar dan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Kesehatan, Selasa (8/9/2026).


Kepala Balai POM di Aceh Tengah, Pupa Feshirawan Putra, S.Farm., Apt, saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan hasil uji laboratorium tersebut telah selesai.


Ia menjelaskan, pengujian dilakukan di Balai Besar POM Banda Aceh terhadap sampel makanan dari SPPG Mekar Ayu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak terdeteksi adanya senyawa histamin pada sampel yang diuji.


“Kesimpulannya tidak terdeteksi senyawa histamin,” kata Pupa.


Menurutnya, sampel yang diperiksa berasal dari dua sumber. Pertama, ompreng dari sekolah yang bukan merupakan sisa makanan yang dikonsumsi oleh siswa korban. Kedua, ompreng yang berasal dari SPPG.


Meski hasil pemeriksaan tidak menemukan senyawa histamin, Pupa menduga kejadian tersebut berkaitan dengan proses penanganan ikan yang kurang tepat.


“Dugaan kami penanganan ikan yang kurang tepat pada saat penerimaan, penyimpanan dan pelelehan dari kondisi beku,” ujarnya.


Pupa menjelaskan, pengendalian histamin pada ikan sangat bergantung pada penerapan manajemen rantai dingin (cold chain system). Ikan harus segera didinginkan dan disimpan pada suhu di bawah 4 derajat Celsius atau menggunakan es curah dengan perbandingan 1:1 segera setelah ditangkap.


Selain itu, ikan tidak boleh terlalu lama berada dalam suhu yang disebut danger zone, yakni sekitar 15 hingga 35 derajat Celsius. Menurutnya, ikan sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu kamar lebih dari dua jam.


Ia juga mengingatkan pentingnya seleksi fisik ikan sebelum digunakan. Ikan yang layak dipilih memiliki insang merah dan segar, mata jernih serta cembung, daging kenyal dan elastis, serta aroma segar khas laut tanpa bau amonia atau asam.


Hasil uji laboratorium ini menjadi bagian penting dalam penelusuran penyebab siswa di Kecamatan Timang Gajah mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. (Hidayatsabirun)

×
Berita Terbaru Update