![]() |
| Gambar ilustrasi.| Editor : Tim Redaksi. |
detikqu.com | Jakarta – Generasi Z tercatat sebagai kelompok pengguna paling aktif dalam memanfaatkan layanan pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Google dalam aktivitas digital sehari-hari.
Data internal Google menunjukkan pengguna berusia 18 hingga 24 tahun melakukan pencarian lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya. Di Indonesia, sekitar 89 persen Gen Z menggunakan layanan pencarian setiap hari untuk berbagai kebutuhan, mulai dari informasi hingga pengambilan keputusan.
Perkembangan teknologi AI mendorong perubahan besar dalam fungsi mesin pencari. Kini, pencarian tidak lagi sekadar menemukan informasi, tetapi berkembang menjadi alat interaktif yang mampu memahami pertanyaan kompleks dengan pendekatan percakapan.
Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, menyebut integrasi AI membuat pengalaman pencarian menjadi lebih cepat, relevan, dan kontekstual.
“AI mengubah Search menjadi partner yang mampu berinteraksi dan menjawab pertanyaan yang kompleks,” ujarnya dalam paparan virtual, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, karakter Gen Z sebagai generasi digital native menjadi faktor utama perubahan ini. Mereka memanfaatkan mesin pencari tidak hanya untuk mencari informasi, tetapi juga mengeksplorasi ide, mengikuti tren, hingga membantu pengambilan keputusan.
Transformasi ini juga terlihat dari hadirnya berbagai fitur interaktif di mesin pencari, seperti kuis, tren viral, hingga pengalaman digital yang terintegrasi dengan budaya populer.
Google mencatat bahwa aktivitas pencarian kini ikut memengaruhi tren di dunia nyata. Salah satu contoh adalah fenomena viral di berbagai negara yang mampu meningkatkan pencarian hingga signifikan dan berdampak pada sektor ekonomi lokal.
Perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa mesin pencari telah berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan digital Gen Z, tidak hanya sebagai alat informasi, tetapi juga sebagai sarana eksplorasi dan interaksi.
