Notification

×

Iklan

Iklan

HUT ke-449 Takengon Ditiadakan, Pacuan Kuda 2026 Resmi Batal

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T16:24:14Z
Potret Lama Pacuan kuda Di Aceh Tengah. | Editor : Tim Redaksi.


Metrogayo.com | Aceh Tengah – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi meniadakan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-449 Kota Takengon tahun 2026. Keputusan tersebut termasuk membatalkan event budaya pacuan kuda yang selama ini menjadi agenda tahunan dan ikon masyarakat Gayo.


Kebijakan ini diambil setelah melalui rapat dan musyawarah bersama unsur pimpinan daerah serta berbagai pihak terkait, dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.


Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Aceh Tengah, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan keputusan sepihak.


“Ini merupakan hasil diskusi bersama dengan berbagai pihak, melihat kondisi masyarakat saat ini yang masih dalam proses pemulihan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).


Menurutnya, pemerintah daerah saat ini lebih memprioritaskan pemulihan kondisi masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi, pasca terjadinya bencana di wilayah Aceh Tengah.


Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk empati pemerintah terhadap masyarakat yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan.


Selain itu, kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah agar tetap aman dan terkendali.


Pacuan kuda tradisional yang biasanya menjadi daya tarik utama dalam perayaan HUT Kota Takengon dipastikan tidak digelar tahun ini.


Padahal, event tersebut dikenal sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Gayo yang selalu dinantikan, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.


Namun demikian, pemerintah menilai bahwa pelaksanaan kegiatan besar seperti pacuan kuda belum menjadi prioritas di tengah kondisi saat ini.


Sebelumnya, rencana pelaksanaan pacuan kuda sempat menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai kegiatan tersebut kurang tepat digelar di tengah situasi pemulihan pascabencana.


Menanggapi hal itu, pemerintah daerah memilih untuk mengambil langkah bijak dengan meniadakan seluruh rangkaian kegiatan HUT demi menghindari potensi polemik.


Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengimbau masyarakat untuk dapat memahami dan menerima keputusan ini sebagai bentuk kepedulian bersama.


Diharapkan, seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga kebersamaan serta mendukung upaya pemulihan daerah.


Ke depan, pemerintah memastikan akan kembali menggelar berbagai kegiatan budaya dan pariwisata setelah kondisi dinilai benar-benar pulih.

×
Berita Terbaru Update