Notification

×

Iklan

Iklan

Angka Perceraian di Aceh Tengah Tertinggi Kedua di Aceh, Bebesen Dominasi Kasus

Jumat, 17 April 2026 | April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T16:24:14Z
Dok Ms.Takemgon. | Editor : Tim Redaksi.


Metrogayo.com | Aceh Tengah – Angka perceraian di Kabupaten Aceh Tengah tercatat cukup tinggi. Hingga April 2026, Mahkamah Syariah Takengon mencatat sebanyak 144 perkara perceraian telah masuk ke pengadilan.


Dari total tersebut, kasus cerai gugat mendominasi, yakni gugatan yang diajukan oleh pihak istri terhadap suami.


Petugas Mahkamah Syariah Takengon, Febi, menyebutkan bahwa penyebab utama perceraian masih didominasi oleh perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus dalam rumah tangga.


“Faktor ekonomi menjadi pemicu yang paling sering. Banyak kasus di mana suami tidak bekerja, sehingga kebutuhan sehari-hari ditanggung istri dan memicu konflik,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).


Selain faktor ekonomi, kasus hukum seperti suami yang terjerat narkoba dan harus menjalani hukuman penjara juga turut menyumbang angka perceraian, meskipun jumlahnya relatif lebih kecil.


Dari sisi wilayah, Kecamatan Bebesen tercatat sebagai daerah dengan angka perceraian tertinggi di Aceh Tengah, disusul oleh Kecamatan Kebayakan.


Menariknya, Takengon yang selama ini dianggap sebagai wilayah dengan aktivitas tertinggi justru tidak berada di posisi teratas dalam angka perceraian.


Sebelum perkara sampai ke pengadilan, upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan di tingkat desa. Namun, proses tersebut kerap tidak berhasil ketika salah satu pihak sudah tidak memiliki keinginan untuk rujuk.


“Biasanya sudah dimediasi, tapi sulit berhasil karena salah satu pihak sudah tidak mau lagi mempertahankan rumah tangga,” jelasnya.


Untuk menekan angka perceraian, pihak Mahkamah Syariah mengimbau masyarakat, khususnya pasangan yang akan menikah, agar mempersiapkan diri tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara mental dan emosional.


Edukasi pra-nikah dinilai penting guna membangun kesiapan dan kesamaan visi dalam rumah tangga, sehingga potensi konflik dapat diminimalisir di masa mendatang.

×
Berita Terbaru Update