![]() |
| Doc Wabup Aceh Tengah Muchsin Hasan bersama Unsur TNI Saat meninjau lokasi longsor yang terjadi di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh | Editor : Hidayat sabirun. |
METRO GAYO | ACEH TENGAH – Bencana longsor yang terjadi di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pergerakan tanah yang terus meluas dalam beberapa tahun terakhir kini semakin mendekati badan jalan utama, sehingga berpotensi mengganggu akses transportasi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membuka dan mengerjakan jalur jalan alternatif guna menghindari kemungkinan terputusnya akses utama apabila longsoran semakin meluas. Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, pada Selasa (13/01/2026).
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan progres pengerjaan jalan alternatif berjalan sesuai rencana serta dapat segera digunakan apabila kondisi darurat terjadi. Pemerintah daerah menilai langkah ini penting mengingat posisi longsoran saat ini telah berada sangat dekat dengan badan jalan utama.
Berdasarkan informasi di lapangan, jarak longsoran dengan badan jalan tersisa kurang lebih sekitar lima meter. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama pada saat curah hujan meningkat atau terjadi cuaca ekstrem.
Reje Kampung Pondok Balik, Aliyono, menjelaskan bahwa fenomena longsor di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru. Pergerakan tanah telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan terus mengalami perluasan dari waktu ke waktu.
“Longsoran ini semakin hari semakin bertambah. Bahkan bukan hanya saat hujan deras, diterpa angin saja tanahnya bisa bergerak dan longsoran semakin melebar,” ujar Aliyono.
Ia menjelaskan, kondisi tanah di lokasi longsor didominasi oleh struktur berpasir, sehingga sangat rentan terhadap pergerakan, terutama saat musim hujan atau ketika terjadi bencana hidrometeorologi. Hal inilah yang menyebabkan longsor sulit dikendalikan dan terus berkembang.
Menurut Aliyono, kedalaman longsoran di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 meter, sehingga potensi bahayanya cukup besar. Jika tidak ditangani dengan langkah antisipasi yang tepat, bukan tidak mungkin badan jalan utama akan terdampak secara langsung.
Kondisi ini mendorong pihak kampung untuk segera melaporkan situasi tersebut kepada pemerintah kabupaten. Pemerintah daerah pun merespons dengan melakukan peninjauan serta menyiapkan jalur alternatif sebagai langkah mitigasi awal.
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah. Oleh karena itu, pembukaan jalan alternatif dipandang sebagai solusi sementara untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Pemerintah tidak ingin menunggu sampai akses utama benar-benar terputus. Langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Selain pengerjaan jalan alternatif, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan longsor dan merumuskan langkah penanganan lanjutan. Pemantauan intensif diperlukan mengingat kondisi alam yang dinamis dan sulit diprediksi.
Masyarakat setempat berharap agar pemerintah dapat segera melakukan penanganan permanen, sehingga ancaman longsor tidak terus membayangi aktivitas sehari-hari mereka. Jalan utama tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi barang.
Dengan adanya langkah cepat dari pemerintah daerah, warga Pondok Balik berharap risiko bencana dapat diminimalisir dan akses transportasi tetap aman digunakan, terutama di tengah cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
