Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bupati Aceh Tengah Minta Polemik Ganti Rugi Lahan PLTA Peusangan Segera Diselesaikan

Jumat, 11 September 2026 | 08:57 WIB Last Updated 2026-09-13T21:27:15Z

Metrogayo.com | Aceh Tengah — Bupati Aceh Tengah Haili Yoga meminta polemik ganti rugi lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan segera diselesaikan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.


Ia meminta pihak perusahaan membuka ruang penyelesaian bersama pemerintah daerah dan DPRK Aceh Tengah, terutama untuk memastikan persoalan lahan yang masih dipermasalahkan warga dapat dipetakan berdasarkan dokumen dan administrasi yang jelas.


“Harus dibuka ruang. Muaranya ke Bupati dan DPRK. Kami minta buka ruang, jangan ditutup-tutupi,” tegas Haili Yoga saat mengunjungi Bendungan PLTA Peusangan di Kampung Wih Sagi Indah, Kecamatan Silih Nara, Kamis (10/9/2026).


Menurut Haili, setiap keberatan terkait ganti rugi tanah harus dibuktikan dengan dokumen. Pemerintah tidak ingin persoalan sengketa lahan hanya berdasarkan klaim atau cerita tanpa dasar administrasi.


“Kalau masih ada yang belum dibayar, lengkapi dokumen. Tidak boleh berilustrasi, harus ada dokumen terkait sengketa tanah,” ujarnya.


Untuk membahas persoalan tersebut, pertemuan antara pihak terkait dijadwalkan berlangsung Senin (14/9/2026) di Kecamatan Silih Nara.


Selain masalah lahan, Haili turut meminta agar masyarakat sekitar mendapat prioritas apabila nantinya terdapat perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan pengelola PLTA Peusangan.


Ia menilai kesempatan kerja harus diberikan kepada warga lokal yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan. Pemerintah daerah bersama DPRK, kata dia, dapat membicarakan peluang tersebut agar manfaat keberadaan proyek juga dirasakan masyarakat sekitar.


“Kalau ada penerimaan karyawan, jangan sudah selesai baru datang ke Bupati. Kita diskusikan dengan DPRK, karena yang diserang kami nanti. Tapi kita utamakan masyarakat sekitar,” katanya.


Haili menegaskan, prioritas masyarakat lokal tetap harus mempertimbangkan kompetensi. Bahkan, jika pemerintah daerah merekomendasikan sejumlah warga, mereka harus mempunyai keterampilan yang benar-benar sesuai dengan pekerjaan.


“Untuk 10 orang memo Bupati, tapi bisalah. Skill-nya benar-benar bisa bekerja,” ujarnya.


Haili juga melihat kawasan Bendungan PLTA Peusangan memiliki peluang dikembangkan sebagai destinasi wisata baru di Aceh Tengah.


Menurutnya, mulai hadirnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat yang dapat terus dikembangkan.


“Apalagi sudah ada UMKM yang berjualan. Ini berpotensi menjadi pariwisata baru. Kita ingin dikelola dengan baik,” kata Haili.


Ia berharap kawasan PLTA Peusangan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan energi listrik, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Terkait peresmian PLTA Peusangan, Haili berharap proyek tersebut dapat diresmikan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri.


Ia menyebut pembangunan proyek tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun sehingga penyelesaiannya menjadi momentum penting bagi Aceh Tengah.


“Proyek ini lahirnya sudah lama. Ini proyek besar. Dulu mungkin disebut ini selesai di masa Haili Yoga. Tiga puluh satu tahun lalu dan proyek yang cukup lama. Kita harap peresmian berlangsung Oktober atau November,” ujarnya.


Haili menilai PLTA Peusangan merupakan aset strategis bagi Aceh, khususnya dalam memperkuat kemandirian energi. Keberadaannya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan listrik Aceh dari luar daerah.


“Ini satu-satunya di Aceh, sehingga Aceh Tengah tidak lagi tergantung ke Medan. Anugerah ini harus kita jaga bersama,” pungkas Haili Yoga.


Dalam kunjungan tersebut, Haili didampingi Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan dan General Manager Irsyad Ardhi.(Hidayatsabirun)

×
Berita Terbaru Update