Metrogayo.com | Gayo Lues – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan Bandar Udara Blangkejeren yang diusulkan oleh Kementerian Perhubungan. Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Bandar Udara Blangkejeren yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gayo Lues di Aula Setdakab Gayo Lues, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan konsultasi publik tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan dokumen Amdal sebelum rencana pengembangan bandara dilaksanakan. Dalam proses penyusunannya, pemerintah melibatkan masyarakat guna memperoleh berbagai informasi, masukan, saran, maupun tanggapan terkait rencana pengembangan fasilitas transportasi udara tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues, Rabusin, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam penyusunan dokumen Amdal. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi agar proses penyusunan dokumen lingkungan berjalan sesuai ketentuan.
Ia mengatakan, masyarakat yang dilibatkan dalam konsultasi publik berasal dari Desa Penggalangan dan Desa Palok, dua wilayah yang berkaitan dengan rencana pengembangan Bandar Udara Blangkejeren.
"Melalui konsultasi publik ini kami ingin memperoleh informasi dari masyarakat sekaligus menerima saran, masukan, dan tanggapan sebagai bagian dari penyusunan dokumen Amdal," ujar Rabusin.
Ia menambahkan, dokumen Amdal yang sedang disusun berkaitan dengan rencana pengembangan Bandar Udara Blangkejeren yang diajukan oleh Kementerian Perhubungan. Pengembangan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., yang hadir didampingi Wakil Bupati serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mendukung penuh rencana pengembangan bandara tersebut karena dinilai memiliki manfaat strategis bagi daerah.
Menurutnya, keberadaan Bandar Udara Blangkejeren telah memberikan kontribusi besar, terutama saat Kabupaten Gayo Lues dilanda bencana banjir bandang pada akhir tahun 2025. Saat akses transportasi darat terputus akibat bencana, jalur udara tetap dapat digunakan untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan maupun mendukung kunjungan pejabat pemerintah pusat ke lokasi terdampak.
Bupati menilai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan bandara memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun penanganan keadaan darurat.
Selain mendukung rencana pengembangan bandara, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga telah mengusulkan penambahan frekuensi penerbangan. Saat ini penerbangan menuju dan dari Blangkejeren dijadwalkan dua kali dalam sepekan, sementara pemerintah daerah mengusulkan agar jumlah penerbangan ditingkatkan menjadi empat kali setiap minggu.
Usulan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Banda Aceh maupun Medan melalui jalur udara.
Bupati menjelaskan bahwa transportasi udara menjadi alternatif yang sangat penting mengingat waktu tempuh perjalanan darat dari Gayo Lues menuju Banda Aceh mencapai sekitar 12 jam, sedangkan perjalanan ke Medan memerlukan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam. Dengan menggunakan transportasi udara, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses pengembangan Bandar Udara Blangkejeren tetap harus memperhatikan aspek lingkungan hidup sebagaimana tujuan utama penyusunan dokumen Amdal. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam konsultasi publik dinilai sangat penting agar setiap masukan dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum proyek pengembangan dimulai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat yang hadir untuk memberikan masukan secara konstruktif serta bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan rencana pengembangan bandara. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi daerah.
Melalui konsultasi publik tersebut, diharapkan proses penyusunan dokumen Amdal Bandar Udara Blangkejeren dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil konsultasi juga diharapkan menjadi dasar dalam mewujudkan rencana pengembangan bandara yang mendukung peningkatan konektivitas, memperkuat pelayanan transportasi udara, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Gayo Lues di masa mendatang.(Julkifli)
