![]() |
| Potret Halaman Depan Kantor DLHK Aceh Tengah. | Foto : DLHK Aceh Tengah. | Editor : Doni Sigalingging. |
METRO GAYO | TAKENGON – Sejumlah petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Tengah mengeluhkan belum dibayarkannya gaji mereka selama dua bulan terakhir. Kondisi ini disebut kerap terjadi setiap akhir tahun anggaran, Kamis (12/2/26).
Salah satu petugas kebersihan berinisial FM (40) mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima gaji untuk bulan Desember 2025 dan Januari 2026. Keterlambatan tersebut dinilai sangat berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Kami belum menerima gaji dari bulan 12 tahun 2025 dan bulan 1 tahun 2026. Kami kecewa karena kami juga tetap bekerja, bahkan saat terjadi bencana. Tapi untuk hak kami selalu terkesan dibelakangkan,” ujar FM kepada Metro Gayo.
Menurutnya, para petugas tetap menjalankan tugas membersihkan lingkungan seperti biasa tanpa ada penghentian aktivitas, meski gaji belum dibayarkan. Ia juga menyebut persoalan serupa hampir terjadi setiap akhir tahun.
“Kejadian seperti ini bukan pertama kali. Hampir setiap akhir tahun kami mengalami hal yang sama. Sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak DLHK Aceh Tengah menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran gaji bukan terjadi di internal dinas mereka. DLHK mengaku telah menyerahkan seluruh data dan administrasi yang diperlukan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Tengah.
“Dari kami di DLHK, data sudah kami sampaikan ke BPKD. Jadi bukan tertahan di kami,” ujar salah satu perwakilan DLHK Aceh Tengah.
Sementara itu, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Tengah terkait keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait karena belum sempat bertemu dengan pejabat yang berwenang.
Para petugas kebersihan berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan dan memastikan hak mereka dibayarkan tanpa harus menunggu berlarut-larut. Mereka juga meminta agar persoalan keterlambatan gaji yang disebut sering terjadi setiap akhir tahun dapat menjadi perhatian serius ke depan.
Hingga kini, para petugas masih menunggu kepastian pembayaran gaji yang telah tertunda selama dua bulan tersebut.
