Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Warga Keluhkan Debu Tebal di Sekitar TPS Paya Ilang, Aktivitas dan Kesehatan Terancam

Jumat, 16 Januari 2026 | 13:07 WIB Last Updated 2026-09-01T06:28:39Z
Aktivitas warga saat melintasi area jl. Paya ilang. | Foto : Hidayat sabirun.

 

METRO GAYO | ACEH TENGAH – Warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Paya Ilang mengeluhkan debu tebal yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan kesehatan. Debu tersebut berasal dari aktivitas penimbunan di area TPS yang berada di jalur utama Jalan Elak Paya Ilang menuju Pasar Paya Ilang.

 

Keluhan tersebut disampaikan oleh AM (36), salah seorang warga setempat sekaligus pedagang, saat ditemui awak media di lokasi pada Jumat (16/1/2026). Menurutnya, debu yang beterbangan setiap hari semakin parah dan sangat mengganggu warga yang melintas, khususnya para pedagang dan pembeli yang menuju pasar.

 

“Debunya sangat mengganggu aktivitas warga yang melewati Jalan Elak Paya Ilang ke arah Pasar Paya Ilang. Debunya banyak sekali, kalau dibiarkan seperti ini bisa berdampak ke kesehatan,” ujar AM.

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada pengguna jalan, tetapi juga langsung dirasakan oleh para pedagang di sekitar TPS. Debu yang beterbangan membuat pembeli enggan berhenti atau mampir ke lapak-lapak pedagang.

 

“Kami sebagai pedagang sangat terdampak juga. Pelanggan untuk mampir ke tempat kami saja tidak mau, bang. Debu masuk ke dagangan, ke pernapasan, dan ke mana-mana,” tambahnya.

 

AM berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar permasalahan debu tersebut tidak berlarut-larut. Ia khawatir jika kondisi ini dibiarkan, akan memicu gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, hingga penyakit pernapasan lainnya, terutama bagi anak-anak dan lansia.

 

Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Tengah melalui Pengawas Lapangan DLHK, Andi, memberikan penjelasan terkait kondisi di TPS Paya Ilang.

 

Menurut Andi, debu yang dikeluhkan warga disebabkan oleh kegiatan penimbunan yang baru-baru ini dilakukan di area TPS. Penimbunan tersebut melibatkan beberapa unit dump truck yang didatangkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

“Kemarin memang kita melakukan penimbunan. Ada beberapa unit dump truck yang bekerja dari PUPR,” jelas Andi kepada awak media.

 

Ia menambahkan, pihak DLHK sebenarnya telah mengantisipasi dampak debu dengan menghubungi petugas mobil tangki air untuk melakukan penyiraman di jalan sekitar TPS. Namun, karena hari ini bertepatan dengan hari Jumat, penyiraman belum bisa dilakukan sejak pagi.

 

“Kita juga sudah menghubungi petugas tangki air untuk menyiram jalan agar tidak berdebu. Karena hari ini Jumat, maka habis Jumat nanti mobil tangki airnya sudah datang,” ujarnya.

 

Andi memastikan bahwa DLHK Aceh Tengah berkomitmen untuk segera menangani keluhan warga agar aktivitas masyarakat kembali normal dan tidak terganggu oleh debu. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan menyampaikan keluhan melalui jalur yang tersedia agar dapat segera ditindaklanjuti.

 

Dengan adanya keluhan ini, warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan penanganan secara berkelanjutan, tidak hanya dengan penyiraman air sementara, tetapi juga dengan solusi jangka panjang agar permasalahan debu di sekitar TPS Paya Ilang tidak kembali terulang di kemudian hari.


×
Berita Terbaru Update